Showing posts with label Obsesi. Show all posts
Showing posts with label Obsesi. Show all posts

Saturday, June 9, 2012

Kembali ke Senyum Rumah


Al Farisi…
Lama ku g otak atik kamu
Ternyata buat aku kangen berat
…..
Sejak selesai kuliah di IIUM 14 Agustus 2011, ku kembali ke Kedinding Lor & mengadu nasib kembali di tanah air
Banyak hal yang telah kulewati
Dari yang gak menyangka berkecimpung di perbankan syariah, training dengan Pak Indra & Pak Momy di IFI (Islamic Finance Initiative), hingga mengenal Yayasan Ukhuwah Islamiyah..
Rasa syukur yang tiada tara, q bisa belajar mengelola sebuah lembaga keuangan syariah..at least sebuah BPR syariah…
Dari Pak Indra, q bisa mengenal Pak Ersyam Fansuri & rekan2 Asbisindo yg sangat baik & welcome kalo dimintai sedikit ilmunya….
****
Semangat itu, kembali menguak & menagih
“Jangan hanya teori, lakukan sesuatu untuk ummat”
***
Gak disangka sebuat Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang kami ku beri nama Mandiri Ukhuwah Persada, yg sama Onish disingkat MUDA (keren abizzz), sekarang bisa eksis hingga melampaui prediksi sebelumnya..
BMT yg kubangun dengan mengajak kawan2 yg punya semangat yg sama dalam membangun
BMT yang kurintis dengan impian2 besar bersama Yusifa & Onish
Meski keduanya kini telah tak seoptimal dulu lagi karena amanah masing2
Hingga Juni 2012 ini bisa menembus lebih dari 0,5 Milyar..
Subhanallah…walhamdulillah…Allahu Akbar

Mendirikan sebuah BMT bukanlah hal yang mudah
Dan bukan pula suatu hal yang tidak bisa ditaklukkan

Bangunan pertama yang harus dikokohkan adalah memahamkan anggota tentang urgensi BMT
BMT bukanlah semata2 lembaga bisnis
Tapi dia juga baitul maal yg punya esensi dakwah & amal

Sungguh tidak mudah…

Januari 2012 kami memulai dengan kantor seadanya
Mengadakan rapat pendirian dengan semangat yg luar biasa dari para pendiri, sebut saja Mbak Darti, Onish, Yusifa, pak Tirta, Om, Mbak Umu , Umi, de el el…
Perjalanan yang sungguh cepat…
Aku harus berlari meski dengan terengah2
Sering menangis & merasa tidak sanggup
Tapi Allah benar memberikan jalan meski ku harus merabanya
Februari ku mulai aktif di almamater yg cintai
Meski tidak pada departemen yg telah kuseriusi, namun aku jauh merasa lebih nyaman di tempat itu
Jurusan saat ku s1…Ilmu Ekonomi…
Sering kumerasa lelah
Merasa sendiri
Hingga putus asa
Namun, saat kupandangi orang2 yg datang ke BMT
Aku pun meneteskan air mata
Tidak!! Bangkitlah shohrul!! Jangan cengeng kamu!! Jangan ikut2 sindroma lebay…
Dan aku pun terus berlari…
Menjalani jalan hidupku sebagai sekretaris KJKS Teladan di Yayasan Ukhuwah Islamiyah, dosen statistic & matematika ekonomi dengan total 17 sks per minggu, serta sebagai ketua BMT Muda….
Sering aku lelah hingga tak sadar bahwa jalan yg kulalui sungguh terjal & berliku
Namun Allah tetap mendampingiku hingga aku menemukan banyak cahaya
Semoga apa yg kulakukan ini bisa membuat mereka tersenyum
Membuat anak2 yg belum menikmati indahnya berseragam, bisa bermain riuh di sekolah yg selalu ia dambakan
Membuat dakwah ini terus berhembus kencang…
Semoga Allah menjaga niat ini
Semoga Allah tetap menjaga istikhomahnya hati ini
Aku hanya ingin waktu yg sedikit ini
Bisa menorehkan goresan2 tinta yang tak lagi dalam kertas
Tapi buat mereka
Mereka yg masih gelap dengan harapan yang tiada pupus


Wednesday, August 25, 2010

aq & hayalanku,,,

Sungguh, belum pernah kutemukan sebelumnya

Orang yang egois dan angkuh sepertiku
Silahkan anda cari di dunia ini
Siapa yang bisa menandingi keangkuhanku


Ya Allah
Aku adalah benar-benar orang yang angkuh, sombong, egois
Aku hanya asyik dengan mimpi dan hayalanku
Hayalan tingkat tinggi yang menurut banyak orang, itu tak mungkin
Hayalanku tuk menjadi seorang menteri keuangan
Duduk di pemerintahan, berpartisipasi untuk memajukan perekonomian bangsa
Atau sekadar mengambil gelar phd di Inggris
Lihatlah saudaraku, betapa egoisnya aku
Padahal, di usiaku yang tak lagi remaja
Disaat teman-teman sebayaku telah “menuai” jerihpayahnya
Aku masih bergantung pada keluargaku
Lihatlah betapa aku adalah anak yang tak berbakti
Yang hanya bisa membuat repot orang tua
Bapak harus menyelam ke sungai atau sekadar mencangkul di sawah yang tak luas
Untuk mendapatkan 20ribu rupiah per hari
Ibu yang harus bangun pagi, ke pasar
Lalu menjualnya lagi dengan berkoar koar sepanjang jalan
Tak pernah mengeluh
Atau bahkan berinisiatif untuk berhenti
Hanya untuk aku
Ya…aku dan hayalanku
Sementara aku
Apa yang aku berikan kepada mereka
Apakah gelar sarjana ekonomi telah cukup membuat mereka bangga?


Ya Allah
Betapa egoisnya aku
Manakala teman2ku sulit mencari kerja
Sementara aku menolak beragam tawaran menggiurkan
Hanya demi mimpi-mimpiku yang tak jelas itu
Apa yang sebenarnya kucari?
Harta yang melimpah dimasa depankah?
Atau gelar pahlawan di akhir hayatku?


Ya Allah
Sungguh aku benar2 pendusta
Aku ingin berbakti pada nusa bangsa dan agama
Aku ingn mengabdikan diriku untuk masyarakat
Tak ingin kulihat kemiskinan merajalela di bumi pertiwi
Tak ingin ku biarkan penderitaan ada di nusantara ini


Lihatlah saudaraku
Betapa egoisnya mimpi2ku!!
Sementara, orangtuaku masih bagian dari pada itu


Ya Allah
Kenapa musti kutempuh S2
Tak sedikit uang 15juta itu
Meski Engkau telah mengalirkan rizkiku dari seorang paman
Paman yang begitu mulia hatinya
Yang tak mungkin bisa ku hitung jasa2nya
Dia tak pernah mengeluh
Siapa aku?
Aku hanya kepnakannya
Aku bukan anaknya
Tapi dia, dia rela banting tulang
Juga untukku


Ya Allah
Muliakan hidupnya
Jauhkan dia dari adzab-Mu
Bolak balikkan hatinya, tetapi tetapkanlah dalam tali agama-Mu
Pancangkan langkahnya hanya untuk menyeru di jalanmu
Ridhoi keluarganya
Anugerahinya ia putra dan putri soleh dan solekhah
Jangan biarkan ia bersedih
Sungguh ia adalah tulang punggung keluarga kami


Ya Allah
Apakah aku akan membiarkan ini semua

Tidak!!!


Aku ingin Ya Allah
Ingin..dan ini adalah azamku!!
Ku ingin membahagiakan mereka, dunia akhirat!!!
Berkonstribusi demi tegaknya Islam di bumi pertiwi ini
Dan itu sungguh bukan tugas yang mudah
Itu impian yang sulit
Penuh pengorbanan


Sanggupkah aku Ya Rabb
Jika Engkau ridha dengan jalanku Ya Allah
Maka mudahkanlah segala urusanku
Lapangkan hatiku dengan sinar-Mu
Jangan pernah Kau padamkan bara semangat di kalbuku
Penuhilah hatiku dengan rasa syukur atas segala nikmat-Mu
Jadikanlah aku sebagai manusia yang sabar
Manusia yang senantiasa berserah diri pada-Mu
Manusia yang senantiasa setia akan cinta-Mu


Jalan S2 ini harus kutempuh
Meski itu bukanlah beasiswa
Namun kesemptan ini sungguh luar biasa
Semoga masa setelah ini akan terlihat cerah
Seperti sinar lembut sang mentari pagi
Sinar yang tak jemu memberikan manfaat


Kini ku harus bersabar
Ya..sabar adalah kuncinya



Apa yang sesungguhnya aq inginkan??

Belajar s2 atau sampai s3 di negeri orang? Lantas aku balik ke Indonesia dan aku mau menjadi apa? He..he…mungkin tak sedikit orang yang menganggap aku gila…tapi itulah aku… aku dengan kegilaankku…emmm..tapi kurasa aku tidak gila…

Aku hanya ingin menjadi seorang Ummi dan Murabbi. Murabbi bagi adik2ku, murabbi bagi anak2ku kelak…


Lantas apa yang dimaksud dg Murabbi?
Bagiku..Murabbi bukanlah hanya orang yang memiliki segudang ilmu, tapi dia juga punya attitude yang patut ditiru..ia tidak pernah menyerah atau bahkan putus asa untuk menyampaikan ayat2 Allah…ia yang selalu tersenyum dan tak pernah mempertanyaakan seberapa besar hasil pengorbanannay…ia tak ingin disanjung…justru ia berharap untuk selalu tunduk dan sujud…
Ia…dimanapun ia berada selalu memberikan manfaat kepada orang lain dan lingkungannya…ia yang selalu menangisi kebodohan umat..ia yg selalu menangisi keterbatasannya untuk tidak bias menyampaikan pesan2 ilahi secara optimal di hari2nya…ia yg selalu tersenyum di kala susah dan senang…..
Ia dengan visi dan misi yang jelas…Ummi & Murabbi…memberikan penerangan kepada para muslimah….yang selalu berusaha berbagi ilmu dg sesame muslimah..siapapun itu…itulah impianku…
Aku tak sanggup Ya Allah..kala ada seorang muslimah di IIUM yang mungkin Allah mentakdikan ia bukan bagian dari ahli ilmu…saat ia bercerita…ia atau beberapa rekan kerjanya mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari suami yang sangat dicintainya…ia yang tetap digauli saat mereka haid…oughhh sungguh menjijikkan…
Saat mereka berusaha menjelaskan kepada sang suami, mereka justru mendapat perlakuan kasar…atau kalo tidak, sang suami tidak pulang dan bermain di luar…oh…sungguh berat ujian yg mereka hadapi….bekerja sebagai cleaner di negeri orang, dg gaji yang tak seberapa…mereka harus meninggalkan anak2nya di bawah asuha sang nenek di bumi petiwi…lalu sang suami yang mereka cintai ternyata sungguh tidak menghargai usaha mereka, tidak menghormati mereka sebagai muslimah..atau bahkan sebgai seorang wanita…
Tidakkah mereka, para suami yang bejat itu, berpikir!!! Mereka lahir dari mana??? Apakah laki2 punya kesanggupan untuk mengandung & melahirkan!!! Apakah mereka tidak berpikir saat ibu mereka dulu, mempertaruhkan NYAWAnya!!!! Lalu kini, saat mereka berhadapan dg sang istri..mereka bertindak seenaknya sendiri!!!! Sungguh egois mereka!!! Mereka hanya seenaknya sendiri memuaskan hawa nafsu bejatnya!!! Lalu sang istri, harus kesakitan saat haid!!!
Meski berusaha untuk tetap menjawab dg professional…hatiku menangis..perih….berontak!!! kalo aku bias memukul, menampar & menenandang para suami2 itu, pasti aku lakukan!!! Tapi sungguh…saat aku manatap mata mereka..aku melihat ketidakberdayaan mereka sebagai seorang istri..mereka sungguh teramat mencintai suami mereka!!!

Ya Rabb..Engkau telah menciptakan hati wanita yang begitu lembut….
Tidak…aku tidak boleh berdiam diri..meski saat ini aku sendiri belum memulai babak kehidupan itu..aku dg segala kemampuanku akan membantu mereka….banyak ustadzah yg paham akan ini, namun karena mereka lebih nyaman bercerita padaku…maka adalah kewajibanku untuk mentrasfer segala pengetahuan yang kumiliki…


Ya Rabb…berikanlah hamba kemampuan & keikhlasan untuk itu…
Aku g ingin wanita dianiaya….aku ingin wanita setara dg laki2 sesuai kodratnya….enak saja, mereka udah nyuruh istri kerja, tapi mereka tetep aja memperlakukan mereka sebagai pembantu!!!!
h……h…..hmmm….


Ya Allah…semoga Engkau menganugerahiku suami yang bias adil kepadaku…aku g ingin disanjung setiap hari…aku hanya ingin cintanya yg tulus…ia yang bias menerimaku apa adanya…ia yg bias memimpin aku..yang bias meredam segala amarahku…aku bukanlah wanita feminism…aku muslimah…

Tapi apa salah…Allah telah menganugerahiku kemampuan yang lebih…hati yang telah terbiasa keras dan mandiri…aku tidak ingin bersandar sepenuhnya kepada suami…tapi aku ingin selalu ta’dzim kepadanya…aku ingin ia bias memahami kebiasaannku…


Aku bukanlah muslimah yang tercipta dg penuh kelembutan….aku sudah terbiasa dg survive dg kondisi yg seadanya…aku selalu bertanya kenapa begini kenapa begitu…aku yang selalu berusaha mencari jawaban atas pertanyaan2 dalam hatiku….aku yang tak mudah menerima komando..aku yang cenderung mengatur orang lain…itulah aku….

Wah…kasihan juga ya suamiku nanti….
Tapi tenang kok..he..he….aku bukan serigala…aku hanya burung merpati yang ingin bebas..terbang jauh namun tetap Nampak cantik…indah…..yang ia mudah untuk kembali ke sarangnya…
Aku hanya ingin menjadi seorang Ummi & Murabbi….Ummi bagi anak2 ku…ummi yang bias memberikan 100% kasih sayangnya kepada sang zurriyah…menyusuinya secara maksimal..mendampingi dan menjaga setiap saat…mengarahkannya menjadi anak yg cerdas & mandiri…
Namun, aku juga ingin menjadi Murabbi bagi kaumku….muslimah….
Aku juga ingin menjadi seorang entrepreneur
Menjadi sorang Murabbi bagi para pejuang2 ekonomi Islam!!!
Allahhu Akbar!!!